30
30
07
07
Tuesday, December 23, 2008
Sukhoi Latihan Dengan Bom Latih P-100
Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Senin,(22/12), melaksanakan latihan uji coba penembakan air-to-ground di AWR (Air Weapon Range) Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, dengan menggunakan jenis bom latih P-100 buatan dalam negeri.
07
Wednesday, December 24, 2008
Bom Latih dari Jawa Timur
Bom latih P-100 buatan CV. Sari Bahari Malang, Jawa Timur ini merupakan hasil pengembangan Dislitbang AU untuk menggantikan bom sejenis buatan Rusia, OFAB 100-125.
05
SUKHOI TNI AU UJI COBA BOM P-100
Jakarta – Dua pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara (AU) berhasil melakukan seluruh uji coba bom latih P-100 di Kabupaten, Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Dalam ujicoba yang berlangsung sejak Senin (22/12) itu, pesawat tempur Sukhoi 27/30 melaksanakan latihan uji coba penembakan “air to ground” (penembakan dari udara ke darat) di Air Weapon Range/AWR Takalar itu menggunakan jenis bom latih P-100, yang merupakan produk dalam negeri.
05
|
PESAWAT TEMPUR SUKHOI UJI COBA BOM P-100
Pentak Lanud Hnd, 12/23/2008
Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Senin,(22/12), melaksanakan latihan uji coba penembakan air to ground ( penembakan dari udara ke darat) di AWR ( Air Weapon Range) di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, dengan menggunakan jenis bom P-100. |
11
INDONESIA BUAT BOM SUKHOI
19 Jan 2006
Industri pertahanan Indonesia sudah siap membuat bom untuk pesawat Sukhoi dan pesawat standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Bom kaliber 100 kilogram bernama P100 itu telah dibuat Dinas Penelitian dan Pengembangan Markas Besar TNI Angkatan Udara.
11
11
09
INDONESIA PRODUCES SUKHOI BOMB
19 Jan 2006
The Indonesian Defense Industry is ready to produce bombs for the Sukhoi aircraft and other standard aircrafts for the North Atlantic Treaty Organization (NATO). The 100 kilogram caliber bomb named P100 has been produced by the Research and Develpment Division of the TNI Air force HQ.
βIt is of good quality, but we can only produce them in small quantities at the moment since our orders are limited,β informed the R&D Defense Department Head, Lilik Hendrajaya to Tempo in Jakarta recently.
